Attitude Change Theory

Teori Perubahan Sikap

  1. Teori Perubahan Sikap

Sikap adalah rangkuman evaluasi (rasa suka atau tidak suka) terhadap objek sikap kita. Sikap sering dianggap tiga komponen, yaitu komponen afektif, komponen kognitif dan komponen perilaku. Komponen afektif berisi perasaan-perasaan terhadap objek sikap. Komponen kognitif berisi kkeyakinan terhadap objek sikap. Komponen perilaku berisi perilaku-perilaku atau perilaku yang disengaja terhadap objek sikap. Misalnya, kelompok penggemar sepak bola-misalnya Chelsea. Ketiga komponen dapat muncul seperti berikut ini : a. Afektif : merasa senang melihat grup Chelsea bermain. b. Kognitif : meyakini bahwa Chelsea adalah grup terbaik dan tak terkalahkan. c. Perilaku : menonton setiap pertandingan, membeli bajunya,l dan mengikuti detail-detail beritanya. Ada dua jenis struktur sikap yakni antarsikap (interattitudinal) dan intersikap (intra-attitudinal). Struktur Inter-attitudinal merujuk pada pengelompokan sikap ke dalam grup-grup atau rangkaian . Sedangkan struktur intra-attitudinal merujuk pada cara komponen-komponen sikap saling berkaitan. Sikap biasanya memiliki nilai dan manfaat dan biasanya melekat erat pada ego. Usaha untuk mengubah perilaku seseorang sering dianggap sebagai ancaman dan ditolak. Konsep sikap dideskripsikan oleh Gordon Allport (1954) sebagai pengganti istilah-istilah samar dalam psikologi seperti naluri, adapt-istiadat, tekanan social da sentiment. Beberapa definisi penting sikap adalah sebagai berikut: a. Sikap pada dasarnya adalah suatu car pandang terhadap sesuatu (Murphy, Murphy dan Newcomb, 1973, hlm. 889) b. Kesiapan mental dan system syaraf, yang diorganisasikan melalu pengalaman, menimbulkan pengaruh langsung atau dinamis pada respon seseorang terhadap semua objek dan situasi terkait. c. Sebuah kecenderungan yang bertahan lama, dipelajari untuk berperilaku dengan konsisten terhadap sekelompok objek dan situasi tekait. d. Sebuah system evaluasi positif dan nefatif yang awet, perasaan emosional dan tendensi tindakan pro atau kontra terhadap sebuah objek social. Sejarah Riset Perubahan Sikap Aristoteles adalah salah satu orang yang pertama kali menganilisis dan menulis tentang persuasi dalam karya-karya klasiknya mengenai retorika. Sebuah penelitian yang kadang dikatakan sebagai penelitian perubahan sikap pertama adalah sebuah investigasi yang dilakukan oleh Rice and Willey tentang efek pidato William Jennings Bryan di Darthmouth College than 1923 pada evolusi. Sebuah kelmpok yang terdiri dari 175 mahasiswa menunjukan penerimaan atau penolakan mereka terhadap evolusi pada skala lima poin. Mahasiswa itu diminta memberikan sikap mereka setelah mendengarkan pidato tersebut dan sebaliknya siukap mereka sebelum mendengar pidato.mereka menemukkan bahwa lebih dari seperempat mahasiswa menunjukan perubahan substansial pada sikap mereka tetapi adanya laporan retrospektif menjadikan tersebut sangat dipertanyakan. Kemudian Hovland mengdakan sejulah riset terhadap angkatan militer dengan memutarkan ilm-film dan meihat perubahan apa yang terjadi. Teknik-teknik khusus perubahan sikap: a. Pesan satu sisi dan dua sisi Peran satu sisi paling efektif bagi orang-orang yamg awalnya setuju terhadap pesan tersebut dan efektif bagi orang yang berpendidikan rendah. Sedangkan pesan dua sisi, paling efektif bagi orang-orang yang menentang pesan dan paling efektif bagi orang-orang berpendidikan tinggi. b. Kredibilitas sumber Bergantung akan kredibilitas suimer yang bertumpu pada 4 hal utama, yaitu factor kejujuran, profesioanalisme atau kompentensi, dinamisme dan objektivitas. c. Fear Appeals (seruan rasa takut) Fear appeal yang kuat akan mengakibatkan peningkatan serubahan sikap karena ia akan meningkatkan ketertarikan dan menghasilkan perhatian dan pemahaman yamg lebih besar. Dalam fear appeal terdapat dua bingkai yang dapat mempengaruhi, yakni bingkai rugi dan bingkai untung. Bingkai rugi mempresentasikan ancaman dengan istilah kesempatan yang hilang atau konsekuensi negative yang meningkat. Sedangkan bingkai untung mempresentasikan ancaman dengan istilah kesempatan yamg tercapai dan konsekuensi negative yang menurun. Dalam hal ini, bingkai rugi lebih persuasive. Fungsi utama Sikap yang daoat bermanfaat bagi kepribadian ada empat menurut Katz (1960), yaitu : 1. Fungsi indtrumental, penyelarasan atau kebermanfaatan. 2. Fungsi pertahanan diri 3. Fungsi ekspresi nilai 4. Fungsi pengetahuan B. Teori Carl Hovland Program penelitian komunikasi Hovland mengusulkan dan melaksanakan penelitian program yang sistematis, yang menempatkan dia dan koleganya dalam perang antar media.terdapat empat kelompok dari variable-variabel yang hovland pertimbangkan menjadi pusat dari perubahan tingkah laku, antara lain komunikator, isi dari komunikasi, sudut pandang audience dan respon dari audience.Hovland menunjukkan penggolongan/pengelompokan ini sedikit lebih ringkas waktu ia meminjam teori “Formula yang telah diketahui lama dari seseorang yang mengatakan apa, untuk siapa dan dengan efek apa” dari Harold Laswells.

  1. Komunikator (who)

Sifat dasar dari sumber mungkin mempengaruhi bagaimana respon dari pendengar tersebut. Hovland dan grupnya mempelajari seberapa kuat kita mempercayai seorang sumber yang dibagi menjadi 2 antara lain kepercayaan yang berharga dan keahlian. Mereka mengemukakan bahwa komunikator yang sangat dipercaya menghasilkan peningkatan dari perubahan sifat. Yang kurang dipercaya akan menghasilkan sedikit perubahan sikap. Contoh : paman favoritmu memberikan pernyataan yang salah, mengapa kelompok Yankess lebih baik daripada red sox. Hovland menjelaskan bahwa kita akan cenderung memisahkan isi pesan dan sumber. Kita akan menolak fakta bahwa paman adalah sumber dan itu untuk kepentingan diri sendiri. 2. Isi dari komunikasi (says What) Hovland memeriksa 2 aspek dari isi,sifat dasar dari pertimbangan itu sendiri dan organisasi dari pertimbangan tersebut . Efektivitas pesan dihubungkan dengan bagaimana dengan jelas komunikator menguraikan ancaman dan hasilnya,tetapi hanya bila anggota pendengar tidak siap dengan status alarm. Efektivitas dapat juga berhubungan dengan ketidakjelasan dalam pendekatan, tetapi tergantung pada keadaan dan evaluasi penerima dari komunikator yang mengadakan. Komunikasi persuasif yang menyajikan suatu rangkaian diperumit tentang argumentasi pada topik hubungan antar pribadi.Umumnya disepakati lebih efektif,dan harus mengatakan kesimpulan daripada membiarkan pendengar untuk mengambil kesimpulan sendiri Jika audience pada awalnya tidak tertarik dalam persoalan tersebut akan lebih efektif untuk memberikan poin terkuat dengan lebih cepat.sedangkan bila audience familiar dengan persoalan tersebut dan memiliki perhatian yang lebih besar, perintah klimaks akan dijalankan dengan baik. 3. Sudut pandang audience (to Whom) Tanpa memperhatikan bagaimana baiknya atau ahlinya komunikasi persuasif ditangani,tidak semua orang dapat dipengaruhi oleh hal tersebut ke dalam tingkat yang sama. Semakin besar seseorang menghargai keanggotaan mereka dalam sebuah kelompok, semakin dekat sikap mereka,mereka akan semakin dapat menyesuaikan diri dengan kelompok tersebut dan mereka akan semakin sulit untuk berubah. Semakin pintar seseorang, akan rentan terhadap argumen persuasif. Penghargaan terhadap diri sendiri, sikap agresif, penarikan diri dari masyarakat merupakan beberapa karakteristik individual. 4. Respon (with what effect) Bagaimana perubahan pendapat dibantu atau diganggu oleh ekspresi yang jelas dan faktor2 yang menambah atau mengurangi kekuatan yang ada dalam perubahan tersebut.hal inilah yang ingin diketahui para peneliti. Partisipasi yang aktif dari suatu kondisi yang tidak jelas disebabkan oleh rencana yang berganti-ganti ,cenderung memperbesar efektivitas dari komunikasi persuasif. Sifat dasar dari komunikator,dasar dari material,tingkat dari awal pembelajaran penerimaan,sudut pandang audience,dan pengalaman berikutnya dalam komunikasi awal. KEMUNCULAN DARI FOKUS EFEK MEDIA Pengaruh dari media massa jarang mempengaruhi langsung karena biasanya selalu ditengahi oleh: a. Perbedaan individual b. Keanggotaan dalam kelompok atau sebuah hubungan De fleur(1970)meringkaskan pokok dari penelitian waktu ia menawarkan “formulasi spesifik yang meringkaskan pemikiran serupa atau yang sama terhadap efek dari komunikasi massa.2 dari formulasi tersebut adalah: 1. Teori perbedaan individu Karena orang2 memiliki perbedaan persepsi terhadap sesuatu,pengaruh media berbeda pula dari 1 orang ke orang lainnya. 2. Teori kategori sosial Orang2 dengan kesamaan latar belakang akan memiliki pola pemikiran yang sama terhadap ekspos media yang berlebihan dan akan memikiki reaksi yang sama terhadap ekspos yang berlebihan tersebut. C. Behaviorisme dan Teori peluru Cukup ironis, dalam pelajaran tentang sikap, pertama kali dicapai oleh behaviori-peneliti psikologis yang menolak semua “konsep mental” seperti tentang sikap. Behavioris mempertunjukkan bahwa hewan, dan beberapa masyarakat luas, dapat mengkondisikan untuk member reaksi secara spesifik kepada stimuli lingkungan. Seperti yang kita terangkan dalam chapter 4, pekerjaan mereka mendorong terbentuknya Teori Gaya Tarik Peluru-sebuah perspektif yang memperdebatkan sebuah media yang mempunyai kekuatan untuk mengkondisikan reaksi emosional setiap orang dan membentuk perilaku mereka. Meskipun, banyak teori pintar yang dikembangkan seperti dari Harold Laswell dan Walter Lippmann. Semua asumsi penting digunakan bersama-sama dengan teori komunikasi massa. Mereka beranggapan bahwa rata-rata orang mudah mendapat kritikan dari manipulasi media. Berbagai bentuk penyensoran dan control tekhnokrasi berupa gagasan penting untuk melindungi orang dari kelemahan mereka dan mempertahankan kebebasan. D. Proses Selektif Salah satu ajaran dari teori perubahan sikap itu diadopsi oleh teori komunikasi massa yang berpengaruh dari Lazarsfeld ke Joseph Klapper ke De Fleur, adalah sebuah Ide Konsisten Kognitif. Ada 3 macam bentuk selektif yang dipelajari oleh para peneliti perubahan sikap: 1. Pembukaan Selektif Kecenderungan seseorang untuk mengekspos diri mereka atau mengikuti pesan media dimana mereka merasa dalam persetujuan dengan mereka telah memperlihatkan sikap dan ketertarikan dan kecenderungan parallel untuk menghindari timbulnya ketidakcocokan yang pasti. 2. Ingatan Selektif Sebuah prosesk dimana orang-orang cenderung untuk mengingat informasi yang terbaik dan terpanjang yang sesuai dengan sikap dan ketertarikan yang ada sebelumnya. 3. Persepsi Selektif Penyusunan kembali mental atau psikologis dari sebuah pesan yang didapat yang berarti segaris dengan sikap dan kepercayaan seseorang. E. Warisan Lazarsfeld-Hovland Pembatasan Penelitian Percobaan Persuasi:

  1. Percobaan yang diselenggarakan di laboratorium atau pengaturan tiruan lain untuk mengendalikan variabel ucapan tambahan dan manipulasi variabel bebas. Tapi ada kesulitan untuk menggeneralisasi ke situasi yang nyata. Banyak kesalahan serius apabila di generalisasikan. Dan hampir semua eksperimen berlangsung dengan periode yang singkat. Efek yang tidak berlangsung dengan seketika tidak ditemukan. Hovland menemukan efek jangka panjang karena pengalaman wamil benar-benar terasa dalam periode yang panjang. Kebanyakan peneliti tidak mempunyai kemewahan ini. Beberapa dipaksa untuk belajar ” tawanan” tetapi populasi tidak lazim suka para siswa atau narapidana. Dalam hal ini percobaan yang dilakukan bermaksud untuk menjelaskan bahwa persuasi tidak dapat dikendalikan. Persuasi yang dikendalikan akan membawa sebuah masalah yang malah serius. Dan persuasi memiliki efek yang tidak secara langsung, namun efek jangka panjang. Seperti program persuasi dari pemerintah akan program KB (keluarga berencana), secara persuasi tidak memiliki efek sekarang. Namun secara jangka panjang, Program yang dipersuasikan ini akan membawa efek bagi para keluarga yang menerapkan program ini. Seperti beban hidup yang tidak terlalu berat.
  2. Eksperimen memiliki masalah kebalikan dari survey saat mempelajari efek langsung dari media pesan yang spesifik.sesuai dengan catatan bab 6, sulit jika tidak mungkin untuk belajar efek dari pesan spesifik yang menggunakan survei. Sebagai pembanding, idealnya eksperimen disesuaikan dengan mempelajari segera efek media spesifik pada kelompok orang homogen atau kecil. Mereka tidak , bagaimanapun yang disesuaikan untuk belajar pengaruh pola teladan yang kumulatif keseluruhan penggunaan media di dalam populasi heterogen besar. Contoh : kita sudah mulai menenemukan anggota kelompok kesukuan yang menggunakan kombinasi media berbeda yang menunjukkan eksperimen jangka panjang yang berbeda. Sebagai gantinya riset yang sangat mahal dan kompleks diperlukan.seperti riset khas tidak akan diiselenggarakan kecuali jika ada imbalan bagi sponsor untuk menentukkan cara efektif menjual produk kepada kelompok kesukuan spesifik. Pembatasan riset bersifat percobaan ini telah menghasilkan sesuatu yang serius terhadap penemuan-penemuan lain. Sejak studi dan perbandingan mempengaruhi media individu, riset sering gagal untuk menghasilkan ciri berdasarkan pesan melalui media massa yang dihasilkan begantung riset yang diperkenalkan oleh para pembicara atau ekspresi dari opini.Contoh : film yang menceritakan nilai kerajinan kayu pada anak pramuka oleh orang dewasa. Sebagai hasilnya, riset bujukan mengarahkan perhatian pada isi pesan. Sebagai contoh, 1972-Aln Elms menuliskan bahwa dalam media itu sendiri bisa saja terdapat pesan utama yang jarang, sehingga menyebabkan komunikasi jadi persuasive. Contoh saja: Anda mendengar Monas runtuh! Dari SMS teman Anda. Manakah yang akan Anda percaya? Informasi dari SMS atau dari siaran berita televise seperti Metro Tv. Yang jelas media bisa menjadi lebih besar saat kita mempertimbangkan persuasi.

3. Seperti pendekatan Lazarsfeld, pekerjaan Hovland juga tidak dapat dipisahkan dalam menaksirkan pengaruh budaya, tapi dengan alasan lain/berbeda. Lazarsfeld didesak membandingkan kekuasaan media kepada pengaruh sosial lain dan variabel demografis. Variable-variabel tersebut pada umumnya lebih kuat. Variabel lain tidak ada data statistik yang mengontrol, hanya melakukan analisa data survei, dan kendali yang dicoba-coba tanpa memasukan variabel dari laboratorium dan tugas riset yang acak yang dikendalikan oleh kelompok. Dalam mengendalikan variable ucapan tambahan, peneliti sering menghapuskan factor rumit yang kita sekarang ketahui untuk menguatkan dan memperbesar pengaruh media. Sebagai contoh, percakapan dengan orang setelah atau selama melihat program televisi akan mempengaruhi suatu jangkauan luas media yang mempengaruhi. Jika peneliti mengahapuskan percakapan dari laboratotium, maka secara otomatis komunikator akan meremahkan kekuasaan media dalam situasi dimana percakapan dengan cara lainnya. 4. Penyanggahan atau kontradiksi.Dalam bagian ini ditekankan akan kredibilitas. Contoh : laporan dari kompas akan lebih diperhatikan dibandingkan dengan laporan dari media cetak yang baru. a. Eksperimen merupakan teknik yang mentah untuk memeriksa pengaruh dari media setiap waktu. Hasil dari eksperimen ini dapat merubah tingkah laku seseorang. Contoh : film SAW, berita perkosaan. Singkatnya, orang akan menyalahkan isi daripada subjek. Seperti dalam kasus perkosaan, setelah kita melihat reka ulang kejadian. Persepsi awal kita pasti akan berubah setelah kita meilhat reka ulang tersebut. Mungkin sebelum menonto, kita beaanggapan bahwa pemerkosa atau tersangka adalah orang yang tak bermoral. Namun setelah melihat reka peristiwa, kita dapat saj malah menyalahkan si korban, karena menggunakan pakaian yamg terlalu minim di daerah yamg rawan, atau keteledoran si korban. 6. Terdapat banyak variabel yang dari eksperimen tersebut yang tidak dapat dicari karena banyak kondisi kehidupan terlalu kompleks untuk disimulasikan di laboratorium. Perilaku Kontemporer dan riset persuasi Terdapat dua macam kepercayaan atau belief , yaitu: a. Belief in thing Saat orang percaya akan sesuatu, orang tersebut akan meramalkan adanya kemungkinan yang tinggi. b. Belief about Meramalkan kemungkinan adanya hubungan tertentu di antara benda kepercayaan dan hal-hal yang berkualitas. Resensi
Stanley J. Baran and Dennis K. Davis, 1995. Mass Communication Theory; Foundations, Ferment and Future. Belmont, California.Wadsworth,Inc. www. Google.com

created by..Michele VannesshaAngelineStefen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *