Perlengkapan Ceng Beng

Ceng Beng atau dapat diartikan sebagai sembayang orang – orang yang telah meninggal dunia. Biasa, pada hari Ceng Beng akan banyak pantangan seperti tidak boleh berenang, atau apa lah. Dipercaya bahwa semua arwah yang telah meninggal dunia, sedang bebas berkeliaran di dunia, jadi kita harus berhati-hati. Well, itu mitosnya ada yang versi seperti itu. Banyak banget versi Ceng beng. Tapi yang jelas, Ceng Beng itu mendoakan orang yang telah meninggal dunia yang dilakukan di pemakaman atau rumah abu dan ada juga yang dirumah.

Pada hari Ceng Beng, semua akan beramai-ramai mmbersihkan kuburan dan berdoa. Dan tidak lupa persembahan yang dibakar untuk yang di sembayang itu. Nah, yang akan saya bahas, adalah perlengakapannya. Tidak mendetail, hanya menunjukkan gambarnya saja. Banyak sekali perlengkapan tambahan yang dibuat dunia nyata menggunakan kertas yang dibakar. Dipercaya bahwa semua yang dibakar akan sampai disana dan kepada si empunya.
Biasanya kertas kuning dan putih akan dilipat membentuk tail atau hanya diputar-putar, lalu dibakar. Namun, ada pula baju yang dibakar. (Mungkin seperti tahun baru bagi mereka yang telah meninggal dunia). Dan terkadang ada beberapa penjual atau pembuat yang idenya tidak ada matinya. Seperti di bawah ini :
Satu set baju (Kalau dikotakin seperti ini, berarti mahalan punya. Mungkin istilahnya kayak executive, giordano atau sebangsa gitu. Dan kalo yang diplastik biasa, yang gak ada merk gt kali ya)

Ini ada baju dalaman yang dibakar.. (kreatif aja yang buat.. 😀 )
Nah, ini mata uang asing ceritanya.

Ini aksesoris seperti jam, telepon genggam, dompet, kredit card, dan lain-lain.


Ini untuk perokok kali ya.. o.O
Ini alas kaki .. sepatu atau sendal. Dan beda loh antara untuk pria dan perempuan.

Ini kendaraan yang dibakar untuk dikirim kesana.

Ini satu paket kredit card, debit, voucher, kupon dan lain-lain.
Sebenarnya masih banyaka lagi, ada tv, radio, rumah, koper, topi dan lain-lain. Terus, sampai gak kesana??? Wah! gak tau deh sampai atau gak! hehehhee…. Kepercayaan dan tradisinya seperti itu.
Biasa, semua item tersebut akan dimasukan pada sebuah peti atau koper dan ditulis nama si penerima di”sana” dan si pengirim disini.


Salah satu pantangan juga, jangan mengatakan semua barang-barang tersebut “bagus”, “lucu”, dan apalah. Soalnya itu ditujukan untuk yang telah meninggal dunia. Itulah alasan gw, gak mencantumkan nama pada setiap foto.. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *