New Mom : Asi Part 5 – ASI 3 bulan

Hai New Moms & Moms to be.. 🙂
Baby Princeton 4 Months old

 

Masih seputar asi, di ASI Part 5 ini saya akan share hal-hal terkait asi, seperti :
1. Kondisi asi di bulan ke 3 dan cara menaikan produksi
2. Persiapan khusus untuk working moms yang akan kembali bekerja
3. Kondisi Bayi di usia 3 bulan
4. Management ASIP saat bekerja
Kenapa saya membagi cerita ASI di minggu pertama, bulan pertama dan bulan ketiga? Ya! Saya ingin menggambarkan progress dari usaha yang dijalani dari minggu pertama sampai bulan ketiga. Betapa perjuangan Moms yang harus bangun 2 jam sekali untuk pompa, itu akan membawa hasil yang nyata. Apalagi melihat hasilnya pada berat badan bayi yang terus meningkat, dan berat badan emaknya sih….. ya gitu-gitu aja, hehehe 🙂
Kondisi ASI di Bulan ke 3 dan cara menaikan produksi
Kondisi ASI di bulan ke 3, moment ketika working moms sudah kembali ke rutinitas awal di kantor, tentu saja akan berpengaruh. hampir 95% omongan yang disampaikan adalah “Biasanya, kalau uda balik kerja, ASI nya bakal turun!”
Yes! Saya percaya dengan perkataan itu. Why?
Ketika 3 bulan masa cuti, moms dengan mudah dapat memompa 2 jam sekali dan bisa memberikan prioritas untuk baby. Namun, ketika kembali bekerja, kemudahan dan keleluasaan moms untuk pompa tentu agak terbatas. Mulai dari tumpukan pekerjaan selama 3 bulan yang mulai dikerjakan, meeting dan meeting terus, dan masih banyak lainya bahkan sampai ada Atasan yang tanpa sungkan melarang untuk pompa (untung atasan ku baik banget, jadi saya masih leluasa pompa minimal 4x di kantor, dengan jam kerja 9 am – 6 pm).

Masih sama seperti sebelumnya, demand supply menjadi kunci utama. Semakin tinggi permintaan, maka semakin tinggi pula produksi asi. Usahakan ketika moms mulai bekerja  untuk tetap menjaga stamina & mood and focus on your pumping schedule.

Kondisi Asi di bulan ke 3 (bahkan di Desember 2017 ini memasuki bulan ke 4), produksi asi saya masih stabil (1.1 Liter – 1.3 Liter / hari), dengan catatan masih 11x pompa (6x pompa di rumah, 5x pompa di kantor). Malahan minggu pertama saya masuk kerja, kuantitas asi saya lebih banyak dibanding ketika saya berada di rumah.

Mood saya atur sebaik mungkin. Jadi ketika bete, saya akan lampiaskan saja seperti ngoceh dan ngemil.. Sehingga tidak mempengaruhi produksi Asi.

Bahkan ketika Baby Princeton mulai Mpasi di usia 4 Bulan 2 minggu, saya ikut mengurangi kuantitas pompa dari 11x menjadi 8x sehari dengan jeda 3 jam per sesi. Dengan kondisi seperti itu, asi yang diproduksi per hari sekitar 1.3 – 1.5 Liter.

Jadi, kalau ada yang bilang working moms akan kering asinya ketika bekerja. Jangan dijadikan momok ya moms. Ingat, kuncinya adalah Pumping Schedule & Demand Supply. Jadwalkan jam pompa dan sesuaikan dengan jam kerja serta meeting. Bisa saja sesekali tidak sesuai, tapi ketika bisa di sesuaikan, tetap sesuaikan dengan jadwal ya moms.

Persiapan khusus untuk working moms yang akan kembali bekerja

Siapkan batin ya moms, karena berat rasanya meninggalkan si kecil yang masih lucu dan menggemaskan, apalagi memasuki bulan ke 4 dimana Baby sudah mulai mengenali orang sekitar. Disaat seperti ini, malah moms digantikan oleh nenek atau sus nya.. hiks!

Moms, untuk persiapan khusus menjelang masuk kerja yang harus disiapkan adalah :

1. Di Rumah

  • Asi / Sufor
    Untuk moms yang berhasil menabung sedikit demi sedikit di Freezer, malam sebelum moms masuk kerja, Asi yang di Freezer bisa di turunkan ke bagian chiller (Moms bisa memilih Asi yang paling lama untuk digunakan terlebih dahulu untuk di gunakan karena masa expirednya sudah dekat).
    Awalnya sebelum masuk kerja, saya hanya memiliki 14 botol asi (isi 100 – 120 cc) di Freezer. Akhirnya di malam sebelum saya kerja, saya turunkan 7 botol asi (total 700 cc) ke chiller, untuk mencairkan asi dari titik beku. Paginya, moms bisa mulai memberikan arahan kepada sus / grandma caranya.
    Ingat! Suhu Asi tidak boleh berubah drastis. Dari Freezer > Chiller > Air Biasa > Air Hangat.
    Asi yang dikeluarkan dari chiller dapat direndam / di aliri air kran terlebih dahulu, kemudian di rendam ke air hangat. Sebelum di berikan, pastikan sus / grandma nya mencoba asi di tuang ke punggung tangan untuk memastikan asi tidak dingin juga tidak terlalu panas.
  • Bottle Warmer (optional)
    Bottle Warmer ini sifatnya optional. Saya pribadi tidak menggunakan bottle warmer walaupun awalnya saya sudah ngebet banget untuk beli bottle warmer. Tapi saya coba menggunakan metode traditional yaitu rendam dengan air hangat dan berhasil plus sus nya juga mengerti. Jadi hemat deh. Tapi kalau ada yang mau kasih bottle warmer ke saya untuk saya review, boleh loh.. 🙂
    Jika sus / grandma nya agak bingung dengan cara traditional, moms boleh menyediakan bottle warmer, selain lebih praktis juga suhu dan kualitas asi lebih aman dibandingkan cara traditional yang resiko human errornya tinggi.
  • Termos / Dispenser untuk Air Hangat
    Nah, ini cara yang digunakan oleh saya dan sus. Pagi-pagi masak air panas dan di simpan dalam termos. Sehabis Baby Princeton menghabiskan asi 1 botol, 1 jam setelah itu sus akan memanaskan botol asi yang ada di Chiller. Daya Tahan asi yang dihangatkan adalah 2 jam. Jadi ketika Baby Princeton akan minum, Asi sudah siap diberikan tanpa perlu terburu-buru menghangatkan yang beresiko Asi masih dingin atau terlalu panas.

2. Di Kantor

Untuk working moms, baca juga yuk Moms must have item : Office / Kantor (Working Mom)

  • Pompa
  • Botol Asi (Kaca / Plastik)
  • Kantong Asi
  • Cooler Bag
  • 2 Ice Gel Pack
  • Nursing Apron
  • Bra Menyusui / Hands Free Pumping Bra
  • Pakaian menyusui / pakaian dengan akses yang mudah

 

Kondisi Bayi di Usia 3 bulan

Berat badan bayi terus bertambah

Sering ngoceh dan tertawa

Selalu berusaha membalikan badan

Mengamati benda yang ada di depannya
Berusaha mengambil barang disekitarnya dan memasukan kedalam mulut

Pola tidur dan bangun sudah mulai stabil

 

Management ASIP saat bekerja

Saya yakin, moms sudah sering membaca mengenai daya tahan ASI. Iya! Daya tahan ASI.

Asi memiliki daya tahan berbeda – beda pada setiap kondisi.

  • Asi yang baru diperah, memiliki daya tahan 4-6 jam di suhu ruang
  • Asi yang dimasukan ke dalam chiller, memiliki daya tahan 3-5 hari
  • Asi yang dimasukan ke dalam Freezer, memiliki daya tahan 3 bulan (Note : Kondisi kulkas campur, tidak khusus)
  • Asi dari Freezer yang dicairkan di Chiller, memiliki daya tahan 24 jam
  • Asi dari chiller yang di hangatkan, memiliki daya tahan 2 jam.
  • Asi yang disimpan di dalam Cooler Bag, memiliki daya tahan 24 jam
Dengan daya tahan seperti itu, moms harus mengatur asi agar asi tidak terbuang sia-sia dan Baby juga mendapatkan Asi dengan kualitas terbaik.

Kalau saya, pengaturan ASIP disaat bekerja adalah seperti ini :

Bulan pertama saya bekerja, management asi yang saya berlakukan adalah seperti ini. Karena Baby Princeton minumnya cukup banyak dan asi yang saya hasilkan pas sekali dengan kebutuhannya.

Next, saya akan share mengenai Part 6 : Demam dan Ketiak Bengkak.

Cerita tentang ASI, bisa klik dibawah ini ya mom.. 🙂

Part 4 : ASI bulan pertama
Part 5 : ASI 3 bulan
Part 6 : Demam dan Ketiak Bengkak
Part 7 : Lemak ASI
Part 8 : Cara memperbanyak ASI
Part 9 : Cara mengelola ASI
Part 10 : Perlengkapan Ibu Menyusui
Part 11 : Jenis Pompa ASI
Part 12 : ASI Booster
Part 13 : Asupan Ibu Menyusui
Part 14 : Pijat Payudara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *