Review : RS St. Carolus, Gading Serpong

Hai Mom & Dad,

Untuk review beberapa RS di Tangerang seperti RS Bethsaida, Mom & Child Clinic dan Kiddie Care (bisa langsung di klik di masing-masing nama RS yaaa..). Kali ini saya kembali berhubungan dengan RS, karena Winston (1 Tahun 3 bulan), mengalami demam tinggi 40 °C sudah 2 hari.

Sebelum memilih rawat inap di RS St. Carolus, saya sempat periksakan Winston ke Mom & Child, dan hasilnya di rujuk untuk rawat inap. Setelah diskusi dengan suami dan mencari RS Rawat Inap yang sesuai, akhirnya kami memilih RS St. Carolus, Gading Serpong.

WHY ???

  1. Image RS St Carolus sebagai RS untuk ibu dan anak yang cukup melekat. Sehingga rata-rata yang ke RS ini untuk melahirkan atau keperluan anak. Sehingga anggapan kami, pasien dewasa yang sakit tidak sebanyak RS lain.
  2. Proses pemeriksaan Covid-19, dilakukan pribadi di kamar rawat inap. Tidak digabungkan dengan pasien lain, sehingga kami merasa sedikit lebih aman. Dengan harapan, kamar yang digunakan sudah di disinfektant terlebih dahulu (harapan loh yaaa.. karena saya tidak melihat secara langsung apakah kamar di disinfektant atau tidak)
  3. Rekomendasi dari salah satu teman, dimana anaknya sudah 2x rawat inap di RS St. Carolus.
  4. Lokasi RS yang cukup dekat dengan rumah.

Sebenarnya, suami tidak mau di RS St. Carolus, tapi alasan di atas membuat papa Winston setuju.

Jam Praktek

Mom & Dad bisa mengakses langsung ke website RS St. Carolus Gading Serpong http://carolussummarecon.com/index.php/schedule/0

Berikut saya juga share jadwal praktek dokter anak yang diambil langsung dari website RS St. Carolus Gading Serpong (data diambil 24 September 2020, mohon cek langsung ke RS untuk update terbaru)

Jadwal Praktek Dokter Anak RS St. Carolus Gading Serpong 2020

Saya tidak ada rekomendasi pada saat memutuskan rawat inap di RS St. Carolus. Mengingat Winston (1 tahun 3 bulan), sudah 2 hari demam 39-40°C dan setiap minum obat penurun demam hanya berhasil 1 jam ke suhu 37°C. Akhirnya Rabu malam kami memutuskan untuk rawat inap di RS St. Carolus. Jadwal dokter anak yang praktek yaitu Dr. Lusiana Margaretha, SpA.

BIAYA

Untuk biaya yang akan saya share adalah biaya rawat inap dan biaya pemeriksaan (tanpa rawat inap) dengan Dr. Lusiana, SpA.

Rawat Inap

Sebenarnya dengan diagnosa dari Dr. Lusiana, dimana Winston masih bisa rawat jalan. Namun, karena sudah demam 2 hari dan suhu 39-40°C serta ada riwayat kejang dari keluarga maka di rujuk untuk rawat inap. Biaya yang dikenakan selama rawat inap dari tanggal 16 – 18 September 2020 (2 hari), adalah Rp 8.2 juta dengan menggunakan kelas VIP dan tanpa ada promo bank atau member apapun.

Untuk biaya tarif kamar rawat inap RS St. Carolus Gading Serpong (September 2020), terlampir:

Rawat Jalan

Pasca rawat inap, kami dijadwalkan kontrol pada hari Selasa , 22 September 2020 ke Dr. Lusiana SpA. Untuk biaya yang dikenakan adalah sebagai berikut :

Biaya konsultasi Rp 275.000,-
Biaya administrasi pasien Rp 60.000,-

Sehingga total biaya konsultasi dengan Dr. Lusiana, SpA tanpa obat adalah Rp 335.000,-

REVIEW

Pada bagian review ini saya akan bagi menjadi 3, yaitu :

  1. Dokter Spesialis Anak
    Ini kali pertama, kami konsultasi dengan dokter perempuan. Kami tidak mencari review atau bertanya kesana kemari. Kami hanya menyesuaikan dengan jadwal dokter yang ada pada saat itu. Dr. Lusiana, SpA yang masih praktek pada saat kami datang membawa Winston.
    Awalnya, Dr. Lusiana, SpA sepertinya meminta kami untuk rawat jalan saja, namun karena saya ada riwayat kejang ketika demam maka kami dianjurkan untuk rawat inap. Penjelasan dari Dr. Lusiana, SpA terbilang detail dan menjawab semua pertanyaan kami sampai kami benar-benar paham.
    Jadi, kalau kami harus membawa si kecil berobat kembali ke RS St. Carolus, kami akan ke Dr. Lusiana, SpA.
    Dr. Lusiana, SpA juga memiliki kontak WA yang dapat dihubungi. Balasan WA juga tidak terlalu lama yang menjadi plus point bagi kami.
  2. Fasilitas Kamar VIP
    Berikut saya lampirkan beberapa foto saya dan Winston berada di kamar VIP RS St. Carolus. Secara kamar, jujur saja terlihat agak sedikit kusam jika dibandingkan dengan RS Beths****. Fasilitas yang disediakan yaitu toiletries, tidak sebaik RS Beths**** dan RS Silo**. Toiletries hanya disediakan 2 sabun batang bulat, 1 sikat gigi, 1 pasta gigi, dan 1 pasang slipper.
    Drainase toilet tersumbat, sehingga kurang nyaman. Fasilitas TV dan sofabed oke. Tidak disediakan meja, sehingga kurang nyaman untuk pendamping yang hendak bekerja dengan laptop.
    Makanan yang disediakan dari segi porsi dan rasa oke dan variatif.
  3. Administrasi & Services
    Untuk service kebersihan dan suster terbilang oke dan responsif. Ini pengalaman pertama rawat inap si kecil berusia 1 tahun, jadi saya sama sekali tidak bisa membandingkan dengan service suster RS lain (saya berharap ini terakhir kali juga, mudah2 an si kecil sehat-sehat terus dan tidak perlu rawat inap). Tapi, harapan saya ketika rawat inap adalah susternya lebih kids friendly akan menjadi bonus.
    Jadi, ketika masuk untuk cek suhu, memberi obat atau ganti infus si kecil, secara prosedur oke. Tapi tidak mengajak ngobrol si kecil atau sekedar hello ke si kecil. Efek dari karantina membuat si kecil jarang bersosialisasi dan karakter Winston ini berbeda dengan Princeton. Kalau Princeton, lebih kuat dan tidak takut apapun serta suka menyapa semua orang. Sedangkan Winston, lebih pemalu dan agak cengeng. Setiap suster masuk, Winston langsung menangis dan terlihat ekspresi stres dan sedih di wajahnya. Mungkin karena dari awal susternya pasang infus, obat dan lain-lain yang sesuai prosedur dan tidak mengajak canda terlebih dahulu. Sehingga Winston sedikit trauma sampai mogok makan dan minum di RS.
    Administrasi? Untuk proses rawat inap awal berjalan sangat baik. Namun, untuk mom & dad yang berencana menggunakan Asuransi, akan lebih baik jika dikoordinasikan dengan Agen Asuransinya agar menjadi Top Priority. Disini, salah satu yang wajib diperbaiki oleh RS St. Carolus. Saya harus menunggu dari jam 13.45 wib sampai 19.30 wib untuk menyelesaikan proses administrasi dengan asuransi, dimana tidak ada update sama sekali dan menahan Winston tidak boleh keluar dari RS. Karena ketidakjelasan staff adminstrasi RS St. Carolus, akhirnya saya harus koordinasi langsung dengan agen asuransi dan pkl 18.15 saya memaksa untuk memulangkan Winston terlebih dahulu agar bisa mandi dan makan malam di rumah. Akhirnya semua administrasi baru bisa di selesaikan pkl. 20.00 wib. Pada bagian ini saya sangat kecewa, tapi untuk yang lain semua berjalan cukup baik.

Kelebihan RS St. Carolus?

Untuk situasi Pandemi Covid-19, jika mom & dad mengalami kondisi rawat inap akan lebih baik di RS St. Carolus karena pengecekan covid dilakukan di kamar pasien. Sehingga tidak digabungkan dengan sekelompok orang yang jelas-jelas sakit dan ada kemungkinan odp & pdp pada kelompok tersebut. Sebelumnya saya sempat membawa Winston untuk rawat inap di salah satu RS di Serpong, tapi karena Winston demam maka diwajibkan untuk daftar dan bergabung dengan sekelompok orang dewasa yang juga demam / flu. Sehingga saya dan papanya, akhirnya mencari RS yang bisa melakukan pengecekan di ruang pribadi.

Kekurangan RS St. Carolus ?

Meski saya mengatakan kelebihan di atas, namun saya dan suami juga waspada, khawatir kamar rawat inap tidak di sterilkan. Selain itu, tidak tersedia fasilitas air purifier di kamar pasien. Lalu ada kekhawatiran ketika proses kontrol ke RS, dimana tidak ada pemisahan antara pasien sehat dan pasien yang kurang sehat (walaupun, untuk pasien sehat diharapkan untuk datang ke RS sebelum pkl. 10.00 wib). Serta pelayanan staff administrasi yang harus ditingkatkan.

Sekian review mengenai RS St. Carolus, semoga informasi ini dapat membantu mom & dad. 🙂