NEW MOM : Part 8 – Cara Memperbanyak ASI

Hi Mom & Dad! πŸ™‚

Kali ini saya akan berbagi cerita, pengalaman dan ilmu untuk memperbanyak ASI. Meskipun asip saya tidak sampai berkulkas-kulkas sampai di donorkan, namun ASIP yang saya hasilkan, mencukupi kebutuhan si Kecil sekitar 1.2 – 1.4 Liter / hari.

Awal perjalanan mengASIhi ini, tidaklah mudah. Jadi, jangan patah semangat yaaa.. Yang mom & dad perlukan adalah :

  1. Bayi (ya iya lah…)
  2. Pompa Asi (optional)
  3. Modal Tekat (wajib)
  4. Modal Nekat (wajib)
  5. Sumbatan Telinga (optional, tergantung ketahanan batin mom & dad)
  6. Quota untuk Googling (wajib)
  7. Happy Mood (WAJIB)
  8. Asi Booster (Optional)
  9. Pijat Payudara (Optional)
  10. Jadwal Pumping yang konsisten (Wajib)

Serius loh ini mom & dad.. πŸ˜€

Cerita Mommy Princeton menjadi Pejuang ASI
(Mom & Dad bisa skip bagian cerita ini, ke Bagian Cara Memperbanyak ASI dibagian bawah halaman ini.)

Hari pertama si Kecil yang saya beri nama Princeton , lahir dan mulai dari tangisan pertamanya (oekkkkk… oekkkk…), Princeton dan saya sudah dikenalkan untuk IMD. Meskipun pada saat IMD yang relatif singkat, belum mampu memancing ASI untuk menetes. Namun, hal itu membakar semangat saya untuk mengASIhi.

Selesai dengan jahitan pasca operasi, Saya masih belum bisa bertemu dengan Princeton. Princeton masih di ruangan bayi untuk di observasi selama 6 (enam) jam.. OMG, I Miss HIM so much! Akhirnya, setelah 6 jam, Princeton pun dibawa masuk oleh Suster ke dalam kamar, dan untuk pertama kalinya Princeton saya gendong. Pada saat itu juga, dimulailah proses menyusui yang sesungguhnya. Hal yang bikin saya senang, ketika suster Rumah Sakit mengatakan “Wah, ini asinya banyak nih.. Hayo buu, usaha ya biar bisa keluar asinya..”, namun lanjutan kalimatnya membuat saya DOWN, “Ibu ini FLAT Nipple, harus ditarik dulu ya, biar si dede lebih mudah menyusuinya”

Akhirnya, proses menyusui dimulai.. Si Kecil yang sudah tidak sabar untuk menyusu pun mulai disodorkan dan dengan gesit Suster pun memegang dan mencubit masuk puting ke dalam mulut si kecil.. (Dalam hati, !*#!($*!(@#)[email protected], setdah… Jahitan masih cenut-cenut, nambah lagi aja yang sakit.. πŸ˜€ )

Setelah mencoba sekian lama, akhirnya si kecil pun di ninabobo dan diletakan kembali ke kasurnya.. Sedangkan saya? Masih berkutat dengan bengkaknya si Payudara (next kata payudara akan saya singkat menjadi PD). Beruntung, dari RS Bethsaida mendatangkan suster dan Dokter Laktasi, sehingga saya dapat berkonsultasi banyak untuk masalah Flat Nipple. Akhirnya, saya menyewa Pompa ASI merk MEDELA (Hospital Grade) yang disediakan oleh Rumah Sakit. Saya berusaha untuk setiap 2 jam sekali untuk pompa dan menyusui.

Bagaimana hasilnya? Saya hanya berhasil meneteskan kolostrum 5 ml saja setiap pompa, bahkan hanya beberapa tetes yang nyaris tidak tampak di dalam botol pompa dan pompa kesekian kali, saya harus merelakan untuk membuang hasil pompa asi. Why? Karena Asi saya bercampur dengan darah. Ternyata bagian puting saya lecet parah dan sangat kering. Kenapa bisa lecet? Padahal si kecil belum ada gigi..
Nipple Puller yang disediakan RS, hanya menggunakan alat suntik yang dipotong manual dengan cutter. Sehingga bagian untuk menarik puting, terdapat bagian yang kasar dan setiap menarik puting keluar, maka bagian payudara saya seperti tersayat-sayat lecet. Saya menyadarinya setelah 4 hari penggunaan. πŸ™
Akhirnya, saya langsung gosend nipple puller merk Pigeon, nipple shield merk Medela dan Nipple Cream merk Pigeon untuk menambah peralatan perang (nanti akan saya share review produk tersebut). πŸ˜€

Sepulang dari Rumah Sakit, saya dibekali 1 buah single pump merk Medela dan 1 kaleng Susu Formula merk Morinaga ukuran 400 gram untuk Newborn. Saya masih berjuang untuk pompa dan menyusui setiap 2 jam sekali. Hasilnya, si kecil menangis setiap 30 menit karena asi saya tidak mencukupi kebutuhan si Kecil, plus Flat Nipple yang sangat menganggu proses menyusui.

Akhirnya, setelah diomelin sama orang tua dan mertua, saya terpaksa mengeluarkan Susu Formula yang sudah saya simpan rapat-rapat di lemari untuk diberikan kepada si kecil.. Ya, positif thinking, saya punya spare waktu untuk istirahat badan sejenak agar tidak terlalu lelah dan stress, karena payudara yang super bengkak namun setiap pompa hanya menghasilkan 10 – 20 ml, plus setiap menyusui si kecil selalu lepas dan saya tidak tahu apakah si kecil berhasil menyusui atau tidak. πŸ™

Akhirnya, 1 minggu setelah berjuang untuk pompa dan menyusui setiap 2 (dua) jam sekali, secara perlahan ASI yang dihasilkan juga mulai terlihat ada peningkatan.. Dari 5 ml menjadi 10 ml, bertambah menjadi 20 ml, terus 30 ml dan akhirnya menyentuh angka 50 ml. πŸ˜€

Namun, kebahagiaan tersebut hanya sesaat, karena ternyata Princeton juga menyusu dengan jumlah yang bertambah. Sehingga setiap jam, saya kejar-kejaran untuk memenuhi keperluan ASI Princeton.

Akhirnya, hampir memasuki 1 bulan, saya berhasil meneteskan sekitar 100 – 120 ml ASI per 2 jam untuk Princeton. Jadi secara kasar, dalam 1 hari saya menghasilkan minimal 1.2 liter sampai 1.5 Liter.

Saya berhasil menyusui Princeton selama 1 tahun, dan saya masih punya sekitar belasan kantung asip di Freezer isi 100 cc – 120 cc yang saya simpan sebagai kenang-kenangan..

Perjalanan ASI.jpg

Perjalanan ASI

Disini, saya akan share perjalanan asi dari tanggal ke tanggal.. Selama mom ada tekat, nekat dan usaha, mudah-mudahan Mom juga bisa memenuhi kebutuhan ASI si Kecil sampai 1 – 2 tahun.

Cara Memperbanyak ASI

  1. Jadwal Pompa / Menyusui
    Hukum yang berlaku untuk mengASIhi adalah Demand – Supply.
    Semakin banyak permintaan, maka semakin banyak yang akan di produksi.
    Semakin sering Payudara di kosongkan (dipompa), maka payudara akan kembali me-refill si ASI ini..
    Jadwal pompa yang saya jalankan adalah per 2 (dua) jam sekali dalam 1 (satu) hari. Sehingga ada 12 (dua belas) kali sesi pompa.
    Jadwal ini dapat disesuaikan dengan kondisi fisik mommy, kondisi jadwal dan lainnya.
    Jika terasa lelah, mengurangi 1 atau 2 kali sesi pompa, masih diperbolehkan agar mom tidak terlalu capek dan stress. Namun, jika sudah terasa sehat, boleh kembali ke jadwal awal yaitu 12 kali sehari.
    Berikut jadwal pompa asi yang saya gunakan :
    Jadwal Pompa ASI.jpg
  2. Power Pumping
    Power Pumping ini dilakukan hanya 1 kali sehari, dan dengan cara yang berbeda. Disini, mom wajib meluangkan waktu 1 (satu) jam untuk melakukan power pumping. Carilah waktu yang tepat, agar waktu power pumping tidak terganggu dan efektif untuk mommy.
    Power Pumping ini sangat efektif untuk memancing Payudara menghasilkan ASI lebih banyak dari hari ke hari.. Atau ketika produksi ASI tiba-tiba menurun, mom dapat melakukan Power Pumping ini, untuk menaikan kembali produksi Asi.
    Cara melakukan Power Pumping:
    a. Siapkan waktu 1 (satu) jam
    b. Rumus Power Pumping :
    Untuk yang memiliki Sepasang Botol Pompa Asi (Double Pump), rumus :
    Sesi 1 : Lakukan sesi pompa selama 20 menit
    Sesi 2 : Matikan pompa selama 10 menit
    Sesi 3 : Lakukan kembali sesi pompa selama 10 menit
    Sesi 4 : Matikan pompa selama 10 menit
    Sesi 5 : Lakukan kembali sesi pompa selama 10 menit
    Setelah 60 menit, mom sudah bisa istirahat sejenak dan menunggu 1 jam berikutnya untuk pompa seperti biasa.
    Untuk yang hanya memiliki 1 (satu) Botol Pompa Asi (Single Pump), rumus :
    Sesi 1 : Lakukan sesi pompa selama 10 menit untuk Payudara Kiri dan 10 menit Payudara Kanan
    Sesi 2 : Matikan pompa selama 5 menit
    Sesi 3 : Lakukan kembali sesi pompa selama 10 menit untuk Payudara Kiri dan 10 menit Payudara Kanan
    Sesi 4 : Matikan pompa selama 5 menit
    Sesi 5 : Lakukan kembali sesi pompa selama 10 menit untuk Payudara Kiri dan 10 menit untuk Payudara Kanan
    Setelah 70 menit, mom sudah bisa istirahat sejenak dan menunggu 1 jam berikutnya untuk pompa seperti biasa.
    Power Pumping Rev.jpg
  3. Let Down Reflex (LDR)
    LDR disini adalah Let Down Reflex, bukan Long Distance Relationship yaaaa.. Apalagi dengan suami atau dengan bayinya.. πŸ˜€
    Apa itu Let Down Reflex / LDR ? LDR ini merupakan refleks yang membuat ASI keluar lebih lancar saat menyusui atau saat pompa. Jika mom menggunakan pompa, terkadang mom bisa melihat payudara menyemprotkan asi dalam kondisi yang sangat deras dan kencang, serta pada payudara terasa seperti lebih kencang atau sensasi yang berbeda sendiri saat memompa.
    Apa gunanya LDR ? LDR in berguna untuk memperlancar keluarnya ASI, dan jika asi yang dikeluarkan semakin banyak, maka payudara akan terangsang untuk memproduksi asi lebih banyak lagi.
    LDR bisa terjadi beberapa kali pada saat menyusui atau pompa, serta berbeda-beda pada setiap orang. Kalau pada saya, terjadi kurang lebih 2 – 3 kali LDR yaitu di menitΒ  ke 7, menit ke 12 dan menit ke 22. Itulah mengapa, saya melakukan pompa sampai 25 menit, untuk mengejar LDR yang ke 3. Namun yang dianjurkan, sebenarnya 20 menit pompa. Hal ini dapat disesuaikan dengan kondisi para moms ya. Durasi LDR yang saya alami, sekitar 45 – 60 detik.
  4. Asi Booster
    Mengkonsumsi Asi Booster, dapat membantu produksi Asi lebih banyak. Asi Booster dapat memberikan efek yang berbeda-beda untuk setiap orang. Seperti saya, mengkonsumsi 2 (dua) Asi Booster yaitu Fenugreek dan Viand Bevande. Hasilnya di saya, dapat meningkatkan produksi Asi. Sedangkan saya pernah mencoba asi booster merk lain, tidak memberikan efek sama sekali.
    Asi booster tidak selalu bentuk obat atapun susu almond. Bahan alami seperti daun katuk, juga dapat meningkatkan produksi asi.
    Selain menggunakan Asi Booster, kembali ke point 1 dan 2, mom harus rajin pompa ataupun menyusui si kecil dan memastikan bahwa payudara sudah benar-benar kosong. Jika mom, mengkonsumsi Asi Booster, namun cara pompa atau schedule pompanya salah.. Maka hal ini dapat membuat mom malah demam dan harus menghentikan konsumsi Asi Booster untuk sementara.
    Sedikit cerita, di minggu pertama saya menjadi pejuang Asi, saya mengkonsumsi Asi Booster Fenugreek dan rajin sekali konsumsi daun katuk. Namun, pas 1 minggu tiba-tiba saya demam dan ketiak saya bengkak sebesar telur.
    Akhirnya saya buru-buru ke UGD dan konsultasi dengan dokter laktasi, suster serta bidan. Disana, saya diminta untuk berhenti mengkonsumsi Asi Booster. Saya diminta untuk rajin menyusui atau pompa serta melakukan pijat payudara. Why? karena dokter laktasi, suster dan bidan mengatakan bahwa asi saya sudah banyak, namun saya belum pandai mengosongkan payudara, sehingga asi masih menumpuk di dalam, berusaha untuk keluar sedangkan saya tidak berhasil mengeluarkan semua asinya. Ditambah saya terus membooster untuk produksi asi, jadilah saya demam dan ketiak bengkak.
    Kapan sebaiknya mengkonsumsi Asi Booster?
    Saya sesuaikan dengan kebutuhan. Adakalanya, produksi asi kita menurun, pada saat itu, saya langsung konsumsi asi booster. Namun, ketika produksi Asi normal, saya akan berhenti untuk konsumsi Asi Booster.
  5. Pijat Payudara
    Melakukan pijat payudara, sangat efektif untuk melancarkan asi. Terutama untuk kondisi payudara yang penuh dengan “grenjel-grenjel” atau “gumpalan” pada payudara. Dengan melakukan pijat payudara, grenjel-grenjel ini diharapkan dapat terurai. Biasanya, kalau ada grenjel di payudara, ini dapat mempengaruhi produksi asi menjadi lebih sedikit.
    Pijat payudara dapat dilakukan sendiri ataupun melakukan breast massageΒ di beberapa tempat yang menyediakan jasa seperti Dian Mustika, Mom & Jo dan lainnya.
    Pijat Payudara dapat dilakukan sebelum menyusui atau pompa.
    Jika melakukan Pijat Payudara sendiri, mom dapat melakukan beberapa tips dibawah ini :
    a. Kunjungi klinik Laktasi.
    Umumnya di RSIA (Rumah Sakit Ibu & Anak), menyediakan jasa untuk edukasi cara menyusui, cara pijat payudara dan lainnya. Ini dapat mom lakukan, 1 bulan sebelum melahirkan agar mom mendapatkan pasokan ilmu-ilmu yang sangat berguna. Namun, setelah melahirkan juga bisa, dengan membawa si kecil bersama untuk konsultasi di klinik laktasi tersebut. Saya pernah mengunjungi dan mendapatkan edukasi mengenai laktasi di RS St. Carolus Gading Serpong.
    b. Gunakan Handuk Hangat.
    Ini adalah hal dasar, yang diinfokan hampir setiap emak-emak. Handuk hangat diharapkan dapat mencairkan si gumpalan atau “grenjel-grenjel” pada payudara. Untuk saya, hal ini malah kurang berpengaruh, karena hangat yang dihasilkan hanya sesaat. Pada akhirnya, saya menemukan metode lain yang lebih efektif, yang akan saya share pada poin C dibawah ini.
    c. Gunakan Botol Kaca Hangat.
    Ide ini terlintas ketika saya menghangatkan botol asi kaca untuk diberikan kepada sikecil. Saya memanfaatkan 1 (satu) botol asi kaca isi 100 ml dan saya isi dengan 100 ml air hangat. Botol kaca tersebut, saya letakan dibagian payudara. Pertama dibagian puting, lalu saya letakan kebagian yang grenjel / gumpalan. Setelah itu, saya mulai memutar dan menekan si botol kaca berisi air hangat ini ke seluruh bagian payudara. Hasilnya, botol kaca tetap hangat, grenjel / gumpalan di payudara perlahan berkurang dan asi pun lebih lancar.
  6. Happy Mood
    Buat suasana yang diinginkan oleh mom agar moodnya menjadi lebih baik. Stress dan sedih dapat membuat produksi Asi mom menurun. Mom bisa saja shopping, makan sepuasnya, video call, curhat, bahkan melihat wajah si kecil yang sedang tertidur dan lain sebagainya, yang dapat membuat mom bahagia. πŸ™‚

Sekian tips untuk memperbanyak ASI. Yang penting untuk dilakukan untuk memperbanyak produksi Asi :

Jadwal pompa / menyusui yang konsisten
Power Pumping
Let Down Reflex / LDR
Asi Booster
Pijat Payudara
Happy Mood

Semoga dapat membantu mom untuk memberikan yang terbaik untuk si Kecil ya mom..

πŸ™‚

Cerita tentang ASI, bisa klik dibawah ini ya mom.. πŸ™‚

Part 9 : Cara mengelola ASI
Part 10 : Perlengkapan Ibu Menyusui
Part 11 : Jenis Pompa ASI
Part 12 : ASI Booster
Part 13 : Asupan Ibu Menyusui
Part 14 : Pijat Payudara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *